Ruang Ilusi

Seseorang akan merasa berarti jika dia mendapat perhatian yang lebih
dari orang lain.
Untuk pertama kalinya aku merasa dia begitu berarti buatku
Saat melihat wajahnya…
Saat mendengar suaranya…
Saat mengusap tangisnya…
Saat tertawa bersamanya…
Saat merasakan apa yang dia rasakan…
Kadang aku ragu dengan semua ini
Kesan berbeda akan sangat terasa bila hanya ada aku dan dia…
Hingga, aku telah berhasil membawanya keluar dari kubangan tak berarti
Terbangunlah dia dari mimpi buruknya
Membuka mata dan menatap bintang-bintang yang menyapa
Selamat datang kembali belahan jiwaku!
Kusambut engkau dalam senyum dan terang pagi.
Bermain lagi bersama di dalamnya sampai tak kuat raga kita untuk terus bersama.
Berbagi keceriaan dan kesusahan bersama…
Sehingga pahit yang kutelan terganti dengan manisnya senyummu.
Takkan lagi aku kehilanganmu…
Thx GOD, I’ve found my soulmate coming here
Menjalani hidup ini dengan suatu tujuan akan membawa ke dalam sejahtera.
Meninggalkan kenangan indah yang berarti bagi orang lain,
dan belajar dari kata yang terucap bagi orang lain, itulah tujuan hidupku.

(Untukmu yang menghiasi hidupku)

Terukir jelas di wajah

Bias makna yang terpendam

Mengawali datangnya senja

Sinar mentari seolah padam

Di mana?

Di mana engkau harus kucari?

Aku ingin datang dan berada di sana

Mengejarmu aku ingin tetap berlari

Rasa ini kembali berkecamuk

Tak mudah bagiku untuk tinggal diam

Pikiran-pikiran itu mulai mengamuk

Semakin pekat ditelan gelap malam

Cahaya itu hampir saja meredup

Sumbunya semakin lama semakin terkulai

Ku pertahankan nyalanya tetap hidup

Agar engkau kutemukan dan kembali kurangkai

Jangan pernah katakan CINTA jika kamu TIDAK PERNAH PEDULI
Jangan bicara tentang PERASAAN jika rasa itu TIDAK PERNAH ADA
Jangan pernah GENGGAM JEMARI jika berniat membuat PATAH HATI
Jangan pernah katakan selamanya jika berniat untuk BERPISAH
Jangan pernah menatap mataku jika yang kamu ucapkan adalah KEBOHONGAN
Jangan pernah ucapkan HALO jika berniat mengucapkan SELAMAT TINGGAL
Jangan pernah bilang AKULAH SATU-SATUNYA jika kamu MEMIMPIKAN YANG LAIN
Jangan pernah MENGUNCI HATIKU jika kamu TIDAK PUNYA KUNCINYA

        Seorang pria Taiwan menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenal dan dilihatnya sampai tiba malam pengantin. Mereka menikah karena dijodohkan oleh orangtua mereka. Di malam pengantin, pria itu terkejut dan lari menemui ibunya karena melihat wajah buruk sang istri. Wajahnya dipenuhi bintik-bintik, hidungnya cacat, alis matanya jarang, ada goresan di kelopak matanya yang membuat matanya terlihat bengkak. Sejak malam pengantin, pria itu tidak mau sekamar dengan wanita tersebut, namun enam bulan kemudian ia terpaksa tidur sekamar karena desakan orangtuanya. Dan akhirnya mereka memiliki anak. Penghasilan pria itu sangat minim, namun istrinya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.

 

        Tigapuluh tahun setelah mereka menikah, kornea mata pria itu rusak karena radang. Dokter menyarankan supaya ia menjalani transplantasi kornea. Ketika istrinya mengetahui hak itu, ia mengeluarkan tabungannya sebanyak limaratus dolar. Singkatnya, pria itu dioperasi karena ada orang yang mendonorkan korneanya. Pada masa penyembuhan, ia merenungkan semua perbuatan yang dilakukannya kepada istrinya. Selama tigapuluh tahun ia jarang tersenyum kepada istrinya; ia tidak pernah mau berjalan bersama; ia selalu bersikap dingin; jika ia marah maka istrinya akan mengangkat kepalanya sambil memberi senyum ketaatan; ia melarang istrinya untuk menjenguknya; bahkan tak jarang ia mengharapkan kematian istrinya. Walaupun demikian, di setiap keadaan istrinya membuktikan bahwa ia adalah wanita yang diberkati Tuhan dengan kesabaran dan cinta yang sangat besar.

 

        Setelah sembuh, ia pulang ke rumah dan disambut dengan meja yang dipenuhi oleh makanan. Semua itu disiapkan oleh istrinya karena ia bisa melihat kembali.

        ”Engkau telah kembali, ” sapa sang istri.

        ”Terima kasih karena telah membuatku dapat melihat kembali, ” itulah penghargaan pertama yang diberikan pria itu kepada istrinya.

        Mendengar itu istrinya bersandar ke dinding, sambil menghapus air mata ia berkata, ”Cukup bagiku mendengar engkau mengatakan hal itu. Selama ini aku tidak hidup dalam kesia-siaan.”

        Mendengar itu, putrinya berkata, ”Ibu, biarkan ayah tahu bahwa Ibu yang telah memberikan kornea mata itu untuknya.”

        ”Nak, itu kewajiban ibu!” katanya dengan tegas.

        ”Bunga Emas,” itulah pertama kalinya pria itu menyebut nama wanita yang sudah tigapuluh tahun mendampinginya.

        ”Mengapa…mengapa engkau melakukan semua ini?” tanya pria itu sambil memeluk tubuh istrinya dengan penuh cinta kasih. Cinta yang besar dibuktikan oleh ketulusan dan pengorbanan yang besar.

 

 

Sebuah trilogi kehidupan

Lahir, tumbuh dewasa, mati

Saat manusia lahir, dia akan menangis, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang menyayanginya akan tertawa karena seorang anggota keluarga baru telah lahir ke dunia. Sesuatu yang dinanti telah tiba. Akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri saat menyambutnya.

Saat manusia tumbuh menjadi lebih dewasa, ia akan menangis dan tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya dan orang-orang yang dikasihi dan mengasihinya. Mereka akan menjadi sesuatu yang penting. Akan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya saat berbagi dengan orang-orang yang bersamanya.

Saat manusia mati, ia akan tersenyum karena ia mati dalam kedamaian, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang meyayanginya akan menangis karena seorang anggota keluarga baru saja diambil dari sisi mereka. Sesuatu yang pasti terjadi. Bagi yang ditinggalkan akan menjadi suatu kesedihan tersendiri saat harus menerima kenyataan, tapi bagi yang meninggal, akan menjadi kebahagiaan tersendiri, karena kedatangannya akan disambut oleh Tuhan Sang Penciptanya.

Manusia yang memahami hal ini pasti sedang mengalami sekuel yang kedua dari trilogi kehidupan. Banyak cerita yang menghiasi sekuel kedua ini. Terkadang manusia lalai dalam menjalani sekuel ini. Hidup yang seharusnya dapat menjadi sebuah inspirasi, malah jadi sebuah senjata ampuh untuk membuatnya semakin buruk dan secara tidak sadar mempercepat datangnya sekuel ketiga. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan. Benar. Tapi pada kenyataannya selalu saja berbeda dari yang seharusnya.

Menghidupi hidup sebagai jalan menuju hidup yang menjadi lebih berarti. Secara umum, gambaran kehidupan mungkin telah menjadi suatu obsesi bagi manusia. Obsesi meraih kehidupan yang lebih  baik, walaupun harus memakai berbagai cara yang mungkin tidak baik. Hhhh….Tapi tidak ada manusia yang sempurna yang tercipta di dunia ini. Tetapi menuju kepada kesempurnaan akan menjadi sebuah pemacu yang dahsyat untuk menghadapi hidup yang tidak pernah mudah untuk dilalui.

 

Pernah kebayang denger pertanyaan ini? Apa yang bisa jadi jawaban lo kalo denger ini?

Kalo lo anak kecil, pasti bakal sedih ’coz lo gak bakal bisa dapat hadiah-hadiah, kue-kue, permen, baju baru, mainan baru en segudang permintaan-permintaan lainnya. Menurut lo tanpa Natal, dunia gak bakal indah.

Kalo lo orang dewasa, mungkin bakal seneng, ’coz lo gak perlu ngeluarin segitu banyak duit buat ngerayain Natal. Buat ini, buat itu en lain sebagainya yang kadang bikin kepala pusing tujuh keliling. Anak butuh ini, sodara butuh itu, tetangga mesti dikasih itu. Kadang yang bikin orang dewasa pusing waktu Natal dateng adalah gimana caranya dapet duit buat nyiapin semua itu, bahkan walopun gak ada duit, ya diada-adain dengan cara ngutang. Oh My God…..

Kalo lo pengusaha musiman, mungkin lo juga bakal kehilangan Natal itu ’coz barang dagangan lo yang berupa merchandise natal gak bakal laku. Trus, dampaknya lo gak bisa ngasih makan keluarga, lo gak bisa ngerayain Natal juga. Ck…ck…ck…

Trus, lo ngerayain Natal gimana?

Buat gw, Natal yang di luar penuh dengan hura-hura, party, seneng-seneng, gak ada artinya kalo kita gw gak ngerti makna Natal yang sebenernya.

Natal 3 taon ini, gw jalanin sendirian. Tanpa ortu, tanpa kekasih. Gw kangen ma mereka, tapi jarak misahin fisik kami. Gak ada yang bisa gw lakuin selaen berdoa buat keselamatan, kesehatan orang-orang yang gw cintai. Kalo dipikir-pikir, Natal 3 taon belakangan ini cukup menyedihkan buat gw. Tapi itu bikin gw sadar bahwa sebenernya Tuhan itu sayang ma gw, pengen bentuk gw jadi lebih baik, makanya Dia ngasih gw hal-hal ini. Aneh emang, tapi Tuhan sendiri ngingetin bahwa Yesus lahir bukan di hotel, bukan di rumah sakit, tapi di kandang domba. Penuh dengan kesederhanaan. Sebuah ironi yang mungkin jarang ada orang yang nyadar. Sebenernya sebuah refleksilah yang mesti dilakuin orang-orang yang ngerayain Natal. Sebuah perenungan.

Menurut gw, kalo Natal gak ada, so what??! Gak ngaruh! Yang paling penting bagi gw, Yesus lahir buat gw, mati buat gw, bangkit buat gw, en naik ke sorga buat nyiapin tempat buat gw di sana. Merenung di malam Natal bener-bener nyaman, waktu tangan gw dipegang ma Tuhan, waktu Tuhan meluk gw en ngasih sebuah kehangatan kasih yang bener-bener gw perluin selama ini. Selama ini gw salah, gw terlalu keras, gw gak pernah kenal kelembutan, tapi sejak Tuhan nemuin gw ma ’dia’, gw sadar satu hal, Tuhan sayang ma gw, dan kejadian ini adalah sebuah pelajaran buat gw. Tuhan pengen ngubah hidup gw. Ya, kehidupan yang lebih baik bersama Tuhan en dia yang jadi my soulmate. Thanks GOD for everything….! Merry Christmas for all….!

 

noel10241.jpg


 Lilin, siapa sih yang gak pernah liat benda ini?Kalo listrik di rumah mati, secara praktis orang lebih suka make lilin buat gantiin lampu. Lilin ngasih banyak keuntungan buat kita. Tapi, dia gak bisa jalan sendiri. Dia butuh api buat melengkapi fungsinya buat nerangin sekitarnya.Kadang kita gak pernah nyadar kalo menjadi ’lilin’ tu gak mudah. Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa diambil dari menyalanya sebatang lilin.Si lilin mengorbankan dirinya buat menerangi sekitarnya. Dia rela menghabiskan hidupnya biar sekitarnya tetep terang.  

Kalo kita nyadar tentang hal ini, sungguh sesuatu yang bisa kita teladani dalam kehidupan kita. Baik dalam kehidupan organisasi, hubungan pacaran, pribadi, maupun dalam keluarga. Lilin gak pernah mengutamakan keegoisannya untuk mencapai tujuannya, tapi sebaliknya, dia all out agar terangnya bisa dinikmati oleh semua yang membutuhkan. Benda mati kayak lilin aja ngerti pentingnya berkorban demi kelangsungan hidup yang lainnya. Bisa gak ngebayangin hidup kita tanpa adanya terang? Kalo dipikir-pikir, gak ada untungnya berkorban, toh belum tentu orang menghargai pengorbanan kita. Bener tuh, tapi bukan itu yang ada di pikiran si lilin – kalo lilin bisa mikir – . Lilin cuma mikir gimana caranya dengan hidupnya yang sebentar itu tapi bisa berguna bagi yang lainnya. 

Bukan, bukan ini yang ada di pikiran manusia yang penuh dengan ambisi pribadi. 

Juni 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 1,522 hits