Ruang Ilusi

Persimpangan Jalan

Posted by: Harry on: Jumat,2 Mei, 2008

AKu berada di persimpangan jalan yang bercabang 2. Sebagai manusia yang selalu ingin tahu, aku ingin memasuki keduanya. Menyelami keduanya dan mengenali semuanya. Tetapi jika aku sudah memasuki salah satunya aku tidak akan bisa kembali lagi karena setelahaku masuk, jalan akan segera ditutup supaya aku tidak bisa keluar lagi. Aku sempat lama berdiri di tempat yang sama untuk memikirkan harus memilih jalan yang mana.

Beberapa waktu berlalu-aku masih di tempat yang sama-, aku melihat salah satu jalan ditutup oleh gerbang yang menandakan bahwa aku tidak boleh lagi berharap untuk memasukinya. Aku sempat kecewa, karena aku ingin sekali memasukinya. Aku masih bergeming di tempatku semula. AKu tak ingin beranjak pergi. Aku masih terus berharap bisa membuka kunci gerbang itu.

Aku mencari di sekitar gerbang itu. Aku mencari dengan keras, tapi aku tak pernah menemukannya. Apakah aku harus memilih jalan yang terbuka lebar itu? Aku semakin bingung dengan keadaan ini. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak sekerasnya. Akhirnya aku hanya duduk terdiam.

Lama sekali aku terdiam. Aku masih belum mau beranjak sampai akhirnya aku harus memilih jalan yang satu lagi. Saat aku ingin berdiri untuk berjalan ke sana, aku melihat sebuah kunci emas yang dapat kupakai untuk membuka kunci gerbang yang telah tertutup. Aku bersorak dan aku pun membukanya. MAsih ada perasaan yang membekas di sana, aku ingin dengan segera membukanya, tapi keinginan untuk menyelami keduanya masih ada. Aku kembali terpaku. Ada keraguan di sana, tapi selalu ada kesesuaian di sini.

Kapan aku harus berlalu?  Entahlah.

1 Tanggapan ke "Persimpangan Jalan"

bos….
udinus khan….
suka nulis nie…
mau ga’ masuk komunitas pecinta puisi dan sastra semarang…
di internet komunitasnya http://kemudian.com
coba gabung ja …
banyak kok teman dari semarang…
dan sekarang udah terbentuk komunitas wilayah semarang..
gabung yach..

salam kenal dariku…..
mampir yach ke blogku..
okey..

Tinggalkan Balasan