Ruang Ilusi

Trilogi Kehidupan

Posted by: Harry on: Rabu,13 Februari, 2008

Sebuah trilogi kehidupan

Lahir, tumbuh dewasa, mati

Saat manusia lahir, dia akan menangis, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang menyayanginya akan tertawa karena seorang anggota keluarga baru telah lahir ke dunia. Sesuatu yang dinanti telah tiba. Akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri saat menyambutnya.

Saat manusia tumbuh menjadi lebih dewasa, ia akan menangis dan tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya dan orang-orang yang dikasihi dan mengasihinya. Mereka akan menjadi sesuatu yang penting. Akan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya saat berbagi dengan orang-orang yang bersamanya.

Saat manusia mati, ia akan tersenyum karena ia mati dalam kedamaian, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang meyayanginya akan menangis karena seorang anggota keluarga baru saja diambil dari sisi mereka. Sesuatu yang pasti terjadi. Bagi yang ditinggalkan akan menjadi suatu kesedihan tersendiri saat harus menerima kenyataan, tapi bagi yang meninggal, akan menjadi kebahagiaan tersendiri, karena kedatangannya akan disambut oleh Tuhan Sang Penciptanya.

Manusia yang memahami hal ini pasti sedang mengalami sekuel yang kedua dari trilogi kehidupan. Banyak cerita yang menghiasi sekuel kedua ini. Terkadang manusia lalai dalam menjalani sekuel ini. Hidup yang seharusnya dapat menjadi sebuah inspirasi, malah jadi sebuah senjata ampuh untuk membuatnya semakin buruk dan secara tidak sadar mempercepat datangnya sekuel ketiga. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan. Benar. Tapi pada kenyataannya selalu saja berbeda dari yang seharusnya.

Menghidupi hidup sebagai jalan menuju hidup yang menjadi lebih berarti. Secara umum, gambaran kehidupan mungkin telah menjadi suatu obsesi bagi manusia. Obsesi meraih kehidupan yang lebih  baik, walaupun harus memakai berbagai cara yang mungkin tidak baik. Hhhh….Tapi tidak ada manusia yang sempurna yang tercipta di dunia ini. Tetapi menuju kepada kesempurnaan akan menjadi sebuah pemacu yang dahsyat untuk menghadapi hidup yang tidak pernah mudah untuk dilalui.

 

Tinggalkan Balasan