Ruang Ilusi

Antara Aku, Dia, DiA, dan Diriku

Posted by: Harry on: Rabu,19 Desember, 2007

Apa yang ada di pikiranku, aku bingung. Mereka ada dalam pikiranku. Dia dan diA. Mereka semua free, begitu juga aku, tapi sekali lagi aku mesti milih. Kalo aku milih yang pertama, ada kemungkinan aku terluka lagi, tapi sekali lagi aku terlalu sayang ma dia. Kalo aku milih yang kedua, ada perbedaan yang kita miliki. Tapi dia adalah salah satu yang kasih perhatian ke aku walopun belum lama kenal.  

Aku memilih yang kedua, tapi diriku memilih yang pertama. Ada apa ini? Merekalah yang membuat aku kehilangan diriku dan menemukannya kembali. Alasan yang sempurna yang buat aku makin sayang ma mereka. Dan semua membuat aku tak bisa berpikir secara jernih.  Terlebih waktu aku teringat akan masa laluku, beberapa hari yang lalu, aku dan dia berbicara dari hati ke hati secara pribadi. Waktu itu pikiranku melayang ke dua bulan yang lalu. Saat aku dan dia melakukan hal-hal yang indah. Mengulang waktu saat itu bener-bener bikin seneng sekaligus sedih karena aku gak bisa bareng-bareng dia lagi. Cinta itu perlahan muncul kembali. Setiap hari harus selalu kasih kabar. Semakin lama semakin kuat. Aku dilanda bimbang. Ternyata aku tak pernah bisa bila tak ada dia dekatku. Tak mungkin bisa dilupakan. 

Itu juga yang aku rasa kepada diA. DiA juga yang perhatiin aku waktu aku ada masalah. DiA juga yang selalu buat aku gak bisa tidur, paling gak, mesti ngabarin dulu sebelum tidur. Apakah ini juga disebut cinta? Dan apakah harus aku pertahanin juga seperti cintaku kepada dia?  

Hanya satu yang harus ada dalam pilihanku. Dia atau diA. Mungkinkah kalian juga mengalami hal yang aku rasain? Setelah kebersamaan kita selama beberapa minggu ini. Sepi kurasa hatiku saat ini. Andai kalian ada di sini, aku pasti akan tenang. Oya, buat my secret admirer, I’m sorry, I think I was never gave u an attention. I just can make u a friend, don’t expected anymore. I have known you. Thanks for all of you, how happy you made my life. Never forget, I always be with you. Don’t ever change… 

Tinggalkan Balasan