Posted by: Harry on: Kamis,25 Oktober, 2007
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan sesuatu? Ketika berciuman? Ini adalah karena hal-hal tersebut tidak terlihat….Aneh memang agaknya….dan hidup juga rada aneh.
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keadaan yang sering disebut CINTA. Ada hal-hal yang gak pengen kita lepasin, ada orang-orang yang kita sendiri gak rela buat pisah ma dia, tapi yang perlu diinget, melepaskan bukan akhir dari dunia tapi awal dari suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada buat mereka yang menangis, mereka yang disakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
Cinta yang Agung adalah :
Ketika kamu menangis tapi masih peduli padanya.
Ketika dia cuek tapi kamu masih setia menunggunya.
Ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambil berkata, “ Aku turut bahagia untukmu.”
Kalo cinta itu gak berhasil, so keep easy! Bebaskan dirimu….biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi mungkin aja kamu bisa nemuin cinta itu beserta kehilangannya. Tapi…ketika cinta itu mati, kamu gak perlu mati bersamanya. Orang ysang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita bisa belajar tentang diri kita sendiri dan menyadari bahwa seharusnya penyesalan itu tidak ada. Yang ada cuma penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat.
Teman yang sejati adalah :
Mengerti waktu kamu berkata, “Aku lupa.”
Menunggu selamanya ketika kamu berkata, “Tunggu sebentar!”
Tetap tinggal ketika kamu berkata, “Tinggalkan aku sendiri!”
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata, “Bolehkah aku masuk?”
Tetap hidup dalam kenanganmu walaupun ia sudah mati.
Mencintai :
Bukanlah bagaimana kamu melupakan, tapi bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, tapi bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat, tapi apa yang kamu rasakan.
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, tapi bagaimana kamu bertahan.
Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang. Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kita tetap menang hanya karena kita berbahagia dapat mencintai seseorang lebih daripada kita mencintai diri sendiri. Akan ada tiba saatnya di mana kamu berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia kalo kita melepaskannya. Lebih baik menunggu orang yang benar-benar kamu cintai daripada berjalan bersama orang yang tersdia. Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan ‘seseorang’.
Kadang orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu. Kadang teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
Komentar Terakhir