Posted by: Harry on: Sabtu,13 September, 2008
Seseorang akan merasa berarti jika dia mendapat perhatian yang lebih
dari orang lain.
Untuk pertama kalinya aku merasa dia begitu berarti buatku
Saat melihat wajahnya…
Saat mendengar suaranya…
Saat mengusap tangisnya…
Saat tertawa bersamanya…
Saat merasakan apa yang dia rasakan…
Kadang aku ragu dengan semua ini
Kesan berbeda akan sangat terasa bila hanya ada aku dan dia…
Hingga, aku telah berhasil membawanya keluar dari kubangan tak berarti
Terbangunlah dia dari mimpi buruknya
Membuka mata dan menatap bintang-bintang yang menyapa
Selamat datang kembali belahan jiwaku!
Kusambut engkau dalam senyum dan terang pagi.
Bermain lagi bersama di dalamnya sampai tak kuat raga kita untuk terus bersama.
Berbagi keceriaan dan kesusahan bersama…
Sehingga pahit yang kutelan terganti dengan manisnya senyummu.
Takkan lagi aku kehilanganmu…
Thx GOD, I’ve found my soulmate coming here
Menjalani hidup ini dengan suatu tujuan akan membawa ke dalam sejahtera.
Meninggalkan kenangan indah yang berarti bagi orang lain,
dan belajar dari kata yang terucap bagi orang lain, itulah tujuan hidupku.
Posted by: Harry on: Kamis,4 September, 2008
(Untukmu yang menghiasi hidupku)
Terukir jelas di wajah
Bias makna yang terpendam
Mengawali datangnya senja
Sinar mentari seolah padam
Di mana?
Di mana engkau harus kucari?
Aku ingin datang dan berada di sana
Mengejarmu aku ingin tetap berlari
Rasa ini kembali berkecamuk
Tak mudah bagiku untuk tinggal diam
Pikiran-pikiran itu mulai mengamuk
Semakin pekat ditelan gelap malam
Cahaya itu hampir saja meredup
Sumbunya semakin lama semakin terkulai
Ku pertahankan nyalanya tetap hidup
Agar engkau kutemukan dan kembali kurangkai
Posted by: Harry on: Minggu,31 Agustus, 2008
Posted by: Harry on: Jumat,2 Mei, 2008
AKu berada di persimpangan jalan yang bercabang 2. Sebagai manusia yang selalu ingin tahu, aku ingin memasuki keduanya. Menyelami keduanya dan mengenali semuanya. Tetapi jika aku sudah memasuki salah satunya aku tidak akan bisa kembali lagi karena setelahaku masuk, jalan akan segera ditutup supaya aku tidak bisa keluar lagi. Aku sempat lama berdiri di tempat yang sama untuk memikirkan harus memilih jalan yang mana.
Beberapa waktu berlalu-aku masih di tempat yang sama-, aku melihat salah satu jalan ditutup oleh gerbang yang menandakan bahwa aku tidak boleh lagi berharap untuk memasukinya. Aku sempat kecewa, karena aku ingin sekali memasukinya. Aku masih bergeming di tempatku semula. AKu tak ingin beranjak pergi. Aku masih terus berharap bisa membuka kunci gerbang itu.
Aku mencari di sekitar gerbang itu. Aku mencari dengan keras, tapi aku tak pernah menemukannya. Apakah aku harus memilih jalan yang terbuka lebar itu? Aku semakin bingung dengan keadaan ini. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak sekerasnya. Akhirnya aku hanya duduk terdiam.
Lama sekali aku terdiam. Aku masih belum mau beranjak sampai akhirnya aku harus memilih jalan yang satu lagi. Saat aku ingin berdiri untuk berjalan ke sana, aku melihat sebuah kunci emas yang dapat kupakai untuk membuka kunci gerbang yang telah tertutup. Aku bersorak dan aku pun membukanya. MAsih ada perasaan yang membekas di sana, aku ingin dengan segera membukanya, tapi keinginan untuk menyelami keduanya masih ada. Aku kembali terpaku. Ada keraguan di sana, tapi selalu ada kesesuaian di sini.
Kapan aku harus berlalu? Entahlah.
Posted by: Harry on: Kamis,14 Februari, 2008
Biasanya tiap tanggal 14 Februari orang-orang secara khusus ngrayain sebuah hari yang disebut hari kasih sayang. Suatu hari yang dianggap saat yang tepat buat ngungkapin cinta kepada orang-orang yang dikasihi. Hari kasih sayang ini biasanya identik dengan makanan bernama coklat dan sesuatu yang berwarna pink.
Warna merah muda ini bener-bener khas banget di valentine. Orang-orang pada lomba-lomba nyari pernak-pernik yang berwarna pink buat dikasih ke pasangannya or orang-orang yang dikasihinya. Waktu setaon sampe tiga taon yang lalu, gw masih bisa nikmatin pink valentine, apalagi didukung ma cuaca yang cerah. Setidaknya ada semangat dalam diri waktu ngerayain valentine.
Semarang, 14 Februari 2008.
Dari jam 6 pagi ujan masih aja ngguyur kota ini. Niat gw keluar rumah gw batalin. Selaen dingin, gak tau juga mo kemana ujan-ujan gini. Tetep aja di rumah gw bakal bosen banget. Untungnya semalem gw udah beli makanan yang beraroma coklat. Lumayan, gw abis banyak dari kocek gw. Yang gw bingung mo dikasih siapa tu semua. Sementara gw baru kasih ke adik sepupu gw yang masih 3 taon. Dia doyan banget yang namanya coklat. Gw siy mo ngasih ke soulmate gw, tapi orangnya lagi pulang kampung.
Jam 11 ujan udah mulai redaan, pengen deh pergi ke manaaaa gitu. Masalahnya gw gak tau mesti ngajak siapa n mo kemana (n_n) serba salah juga.
Mendung, langit yang abu-abu, seolah mewakili suasana hati orang-orang yang patah hati, yang gak lagi memiliki seseorang untuk berbagi cinta. Atau mungkin orang-orang yang mengharapkan cintanya, tapi cinta itu gak pernah kembali. Bagi mereka, No Pink Valentine Anymore. Yang ada juga Gray Valentine, Wet Valentine. Entah. Apa iya harus ada seorang pacar waktu ngerayain valentine? Seolah kalo gak punya pacar waktu valentine ada sesuatu yang kurang. Cinta gak harus ma pacar. Di sekitar kita ada orang tua, keluarga, sodara, en temen-temen yang pasti setia nemenin kita setiap saat setiap waktu, bahkan lebih dari seorang pacar. Dunia gak akan berakhir dengan Gray Valentine. Make it cool, so although its gonna dark and cold, do something to make you warm and interest. Happy (gray ) Valentine!
Posted by: Harry on: Kamis,14 Februari, 2008
Seorang pria Taiwan menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenal dan dilihatnya sampai tiba malam pengantin. Mereka menikah karena dijodohkan oleh orangtua mereka. Di malam pengantin, pria itu terkejut dan lari menemui ibunya karena melihat wajah buruk sang istri. Wajahnya dipenuhi bintik-bintik, hidungnya cacat, alis matanya jarang, ada goresan di kelopak matanya yang membuat matanya terlihat bengkak. Sejak malam pengantin, pria itu tidak mau sekamar dengan wanita tersebut, namun enam bulan kemudian ia terpaksa tidur sekamar karena desakan orangtuanya. Dan akhirnya mereka memiliki anak. Penghasilan pria itu sangat minim, namun istrinya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tigapuluh tahun setelah mereka menikah, kornea mata pria itu rusak karena radang. Dokter menyarankan supaya ia menjalani transplantasi kornea. Ketika istrinya mengetahui hak itu, ia mengeluarkan tabungannya sebanyak limaratus dolar. Singkatnya, pria itu dioperasi karena ada orang yang mendonorkan korneanya. Pada masa penyembuhan, ia merenungkan semua perbuatan yang dilakukannya kepada istrinya. Selama tigapuluh tahun ia jarang tersenyum kepada istrinya; ia tidak pernah mau berjalan bersama; ia selalu bersikap dingin; jika ia marah maka istrinya akan mengangkat kepalanya sambil memberi senyum ketaatan; ia melarang istrinya untuk menjenguknya; bahkan tak jarang ia mengharapkan kematian istrinya. Walaupun demikian, di setiap keadaan istrinya membuktikan bahwa ia adalah wanita yang diberkati Tuhan dengan kesabaran dan cinta yang sangat besar.
Setelah sembuh, ia pulang ke rumah dan disambut dengan meja yang dipenuhi oleh makanan. Semua itu disiapkan oleh istrinya karena ia bisa melihat kembali.
”Engkau telah kembali, ” sapa sang istri.
”Terima kasih karena telah membuatku dapat melihat kembali, ” itulah penghargaan pertama yang diberikan pria itu kepada istrinya.
Mendengar itu istrinya bersandar ke dinding, sambil menghapus air mata ia berkata, ”Cukup bagiku mendengar engkau mengatakan hal itu. Selama ini aku tidak hidup dalam kesia-siaan.”
Mendengar itu, putrinya berkata, ”Ibu, biarkan ayah tahu bahwa Ibu yang telah memberikan kornea mata itu untuknya.”
”Nak, itu kewajiban ibu!” katanya dengan tegas.
”Bunga Emas,” itulah pertama kalinya pria itu menyebut nama wanita yang sudah tigapuluh tahun mendampinginya.
”Mengapa…mengapa engkau melakukan semua ini?” tanya pria itu sambil memeluk tubuh istrinya dengan penuh cinta kasih. Cinta yang besar dibuktikan oleh ketulusan dan pengorbanan yang besar.
Posted by: Harry on: Rabu,13 Februari, 2008
Sebuah trilogi kehidupan
Lahir, tumbuh dewasa, mati
Saat manusia lahir, dia akan menangis, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang menyayanginya akan tertawa karena seorang anggota keluarga baru telah lahir ke dunia. Sesuatu yang dinanti telah tiba. Akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri saat menyambutnya.
Saat manusia tumbuh menjadi lebih dewasa, ia akan menangis dan tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya dan orang-orang yang dikasihi dan mengasihinya. Mereka akan menjadi sesuatu yang penting. Akan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya saat berbagi dengan orang-orang yang bersamanya.
Saat manusia mati, ia akan tersenyum karena ia mati dalam kedamaian, tapi orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang meyayanginya akan menangis karena seorang anggota keluarga baru saja diambil dari sisi mereka. Sesuatu yang pasti terjadi. Bagi yang ditinggalkan akan menjadi suatu kesedihan tersendiri saat harus menerima kenyataan, tapi bagi yang meninggal, akan menjadi kebahagiaan tersendiri, karena kedatangannya akan disambut oleh Tuhan Sang Penciptanya.
Manusia yang memahami hal ini pasti sedang mengalami sekuel yang kedua dari trilogi kehidupan. Banyak cerita yang menghiasi sekuel kedua ini. Terkadang manusia lalai dalam menjalani sekuel ini. Hidup yang seharusnya dapat menjadi sebuah inspirasi, malah jadi sebuah senjata ampuh untuk membuatnya semakin buruk dan secara tidak sadar mempercepat datangnya sekuel ketiga. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan. Benar. Tapi pada kenyataannya selalu saja berbeda dari yang seharusnya.
Menghidupi hidup sebagai jalan menuju hidup yang menjadi lebih berarti. Secara umum, gambaran kehidupan mungkin telah menjadi suatu obsesi bagi manusia. Obsesi meraih kehidupan yang lebih baik, walaupun harus memakai berbagai cara yang mungkin tidak baik. Hhhh….Tapi tidak ada manusia yang sempurna yang tercipta di dunia ini. Tetapi menuju kepada kesempurnaan akan menjadi sebuah pemacu yang dahsyat untuk menghadapi hidup yang tidak pernah mudah untuk dilalui.
Posted by: Harry on: Jumat,28 Desember, 2007
Pernah kebayang denger pertanyaan ini? Apa yang bisa jadi jawaban lo kalo denger ini?
Kalo lo anak kecil, pasti bakal sedih ’coz lo gak bakal bisa dapat hadiah-hadiah, kue-kue, permen, baju baru, mainan baru en segudang permintaan-permintaan lainnya. Menurut lo tanpa Natal, dunia gak bakal indah.
Kalo lo orang dewasa, mungkin bakal seneng, ’coz lo gak perlu ngeluarin segitu banyak duit buat ngerayain Natal. Buat ini, buat itu en lain sebagainya yang kadang bikin kepala pusing tujuh keliling. Anak butuh ini, sodara butuh itu, tetangga mesti dikasih itu. Kadang yang bikin orang dewasa pusing waktu Natal dateng adalah gimana caranya dapet duit buat nyiapin semua itu, bahkan walopun gak ada duit, ya diada-adain dengan cara ngutang. Oh My God…..
Kalo lo pengusaha musiman, mungkin lo juga bakal kehilangan Natal itu ’coz barang dagangan lo yang berupa merchandise natal gak bakal laku. Trus, dampaknya lo gak bisa ngasih makan keluarga, lo gak bisa ngerayain Natal juga. Ck…ck…ck…
Trus, lo ngerayain Natal gimana?
Buat gw, Natal yang di luar penuh dengan hura-hura, party, seneng-seneng, gak ada artinya kalo kita gw gak ngerti makna Natal yang sebenernya.
Natal 3 taon ini, gw jalanin sendirian. Tanpa ortu, tanpa kekasih. Gw kangen ma mereka, tapi jarak misahin fisik kami. Gak ada yang bisa gw lakuin selaen berdoa buat keselamatan, kesehatan orang-orang yang gw cintai. Kalo dipikir-pikir, Natal 3 taon belakangan ini cukup menyedihkan buat gw. Tapi itu bikin gw sadar bahwa sebenernya Tuhan itu sayang ma gw, pengen bentuk gw jadi lebih baik, makanya Dia ngasih gw hal-hal ini. Aneh emang, tapi Tuhan sendiri ngingetin bahwa Yesus lahir bukan di hotel, bukan di rumah sakit, tapi di kandang domba. Penuh dengan kesederhanaan. Sebuah ironi yang mungkin jarang ada orang yang nyadar. Sebenernya sebuah refleksilah yang mesti dilakuin orang-orang yang ngerayain Natal. Sebuah perenungan.
Menurut gw, kalo Natal gak ada, so what??! Gak ngaruh! Yang paling penting bagi gw, Yesus lahir buat gw, mati buat gw, bangkit buat gw, en naik ke sorga buat nyiapin tempat buat gw di sana. Merenung di malam Natal bener-bener nyaman, waktu tangan gw dipegang ma Tuhan, waktu Tuhan meluk gw en ngasih sebuah kehangatan kasih yang bener-bener gw perluin selama ini. Selama ini gw salah, gw terlalu keras, gw gak pernah kenal kelembutan, tapi sejak Tuhan nemuin gw ma ’dia’, gw sadar satu hal, Tuhan sayang ma gw, dan kejadian ini adalah sebuah pelajaran buat gw. Tuhan pengen ngubah hidup gw. Ya, kehidupan yang lebih baik bersama Tuhan en dia yang jadi my soulmate. Thanks GOD for everything….! Merry Christmas for all….!
Posted by: Harry on: Rabu,19 Desember, 2007
Apa yang ada di pikiranku, aku bingung. Mereka ada dalam pikiranku. Dia dan diA. Mereka semua free, begitu juga aku, tapi sekali lagi aku mesti milih. Kalo aku milih yang pertama, ada kemungkinan aku terluka lagi, tapi sekali lagi aku terlalu sayang ma dia. Kalo aku milih yang kedua, ada perbedaan yang kita miliki. Tapi dia adalah salah satu yang kasih perhatian ke aku walopun belum lama kenal.
Aku memilih yang kedua, tapi diriku memilih yang pertama. Ada apa ini? Merekalah yang membuat aku kehilangan diriku dan menemukannya kembali. Alasan yang sempurna yang buat aku makin sayang ma mereka. Dan semua membuat aku tak bisa berpikir secara jernih. Terlebih waktu aku teringat akan masa laluku, beberapa hari yang lalu, aku dan dia berbicara dari hati ke hati secara pribadi. Waktu itu pikiranku melayang ke dua bulan yang lalu. Saat aku dan dia melakukan hal-hal yang indah. Mengulang waktu saat itu bener-bener bikin seneng sekaligus sedih karena aku gak bisa bareng-bareng dia lagi. Cinta itu perlahan muncul kembali. Setiap hari harus selalu kasih kabar. Semakin lama semakin kuat. Aku dilanda bimbang. Ternyata aku tak pernah bisa bila tak ada dia dekatku. Tak mungkin bisa dilupakan.
Itu juga yang aku rasa kepada diA. DiA juga yang perhatiin aku waktu aku ada masalah. DiA juga yang selalu buat aku gak bisa tidur, paling gak, mesti ngabarin dulu sebelum tidur. Apakah ini juga disebut cinta? Dan apakah harus aku pertahanin juga seperti cintaku kepada dia?
Hanya satu yang harus ada dalam pilihanku. Dia atau diA. Mungkinkah kalian juga mengalami hal yang aku rasain? Setelah kebersamaan kita selama beberapa minggu ini. Sepi kurasa hatiku saat ini. Andai kalian ada di sini, aku pasti akan tenang. Oya, buat my secret admirer, I’m sorry, I think I was never gave u an attention. I just can make u a friend, don’t expected anymore. I have known you. Thanks for all of you, how happy you made my life. Never forget, I always be with you. Don’t ever change…
Posted by: Harry on: Rabu,19 Desember, 2007
Mulai Jumat, 14 Desember 2007 sampe 16 Desember 2007, BEM Fasilkom ngadain Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa khusus buat anak-anak Himpunan Mahasiswa Fasilkom plus UKM. Di acara ini aku jadi salah satu panitia seksi perlengkapan. Bener-bener kerja yang keras ‘coz banyak juga hal-hal yang mesti disiapin waktu hari pertama sampe-sampe aku kecapekan. Hhhh….menyebalkan emang, tapi aku bersyukur punya rekan-rekan yang oke punya yang mau bantuin aku waktu aku jatuh. Kalo gak ada mereka, aku gak bisa bayangin deh waktu itu. Malem itu aku dianterin pulang ma temen-temen.
Hari kedua adalah hari yang bener-bener oke. Apalagi waktu malem aku jadi panitia pemberangkatan peserta menuju tempat materi ESQ (Emotional Spiritual Quotien) tepat jam setengah 2 pagi. Menurut atasan aku mesti bagi-bagi peserta jadi beberapa kelompok masing-masing 2 orang. Bingung juga gimana caranya bagi….tapi, dengan ide yang mendadak, aku berhasil juga membagi mereka walaupun harus diulang sampe dua kali hehehe….. Peserta mesti jalan mulai dari lantai 5 sampe tempat materi hanya berbekal setengah batang lilin, en tanpa alas kaki. Semua lantai sengaja dibikin gelep biar ada suasana mencekam, apalagi – menurut cerita – di lantai 3 dan lantai 4 pernah ada penampakan. Tiap lantai terdengarlah teriakan-teriakan yang menandakan ada yang ketakutan – hehehe – yang belum berangkat agak panik juga. Ditambah pula suara-suara (maaf) kentut yang membabi buta.
. Acara yang paling menarik – kata perserta – adalah waktu ESQ. Menurut mereka – kebanyakan – mereka dapet hal-hal yang emang mereka harepin waktu berniat ikutan acara ini. Ada yang bilang kalo sebelum materi ESQ, semuanya ngebosenin. Yang bikin lebih seru adalah hampir semua peserta – termasuk panitia – menangis, meluapkan emosinya. ESQ plus refleksi berakhir, para peserta en panitia pada balik ke lantai 5 buat istirahat sebentar, tapi Imanuellyza masih ngobrol. Udah lama mereka ga ngobrol seperti itu. Lama banget mereka ngobrol, hampir 2,5 jam sampe setengah 6 pagi. Setelah mereka selesai, mereka langsung berangkat ke lantai 5.
Hari ketiga ada studi kasus simulasi debat. Eh, ada peserta yang maen emosian. Dia minta dihargai tapi gak mau hargai orang laen. Hah??? Hari gini. Yang bikin bete, dia malah jadi peserta terbaik. Oh my GoD! But, di atas semua itu acara berakhir dengan sukses. Aku salut ma peserta n rekan-rekan sekerja panitia. Hebat, euy!
Komentar Terakhir